Aljabar bool menyediakan dasar operasi logika menggunakan variabel biner.
Karakter alfabet digunakan untuk mewakili variabel biner.Variabel biner
dapat memiliki nilai benar atau komplemennya, misalkan variabel biner A,
dalam fungsi Bool dapat ditulis sebagai:
atau
Fungsi Bool adalah operasi yang menyatakan operasi logika antara
variabel-variabel biner. Fungsi Bool dapat bernilai nol (0) atau satu
(1). Sebagai contoh berikut ini adalah fungsi Bool:
Dari
fungsi Bool di atas, maka f akan bernilai 1 jika
dan
bernilai
1 atau C bernilai 1, selain dari itu maka f akan bernilai 0. Sebagai
catatan jika A = 1, maka
= 0,
demikian juga jika B = 1, maka
= 0,
sehingga dengan kata lain, f akan bernilai 1 jika A dan B bernilai 0
atau C bernilai 1.
jika
semua kemungkinan dari nilai A, B dan C disajikan, maka nilai f akan
seperti yang ditunjukkan Tabel 1 berikut:
Tabel
1. Tabel kebenaran dari fungsi f.
Sifat-sifat Aljabar Bool
Berikut ini adalah sifat-sifat dari Aljabar Bool yang akan sangat
berguna untuk proses penyederhanaan ekspresi fungsi Bool.
(a)
A + 0 = A, (b) A . 1 = A
(a)
A + 1 = 1, (b) A . 0 = 0
(a)
A + A = A, (b) A . A = A
(a)
A + = 1,
(b) A . =
0
(a)
( ) = A
Hukum komutatif: (a) A + B = B + A,
(b) A . B = B . A
Hukum Asosiatif: (a) A + (B + C) =
(A + B) + C,
(b) A . (B . C) = (A . B) . C
Hukum Distributif (a) A . (B + C) =
(A . B) + (A . C),
(b) A + (B . C) = (A + B) . (A + C)